5 Kunci Keberkahan Hidup bagi Alumni Santri menurut KH. Abdul Fattah Hasyim
KH. Abdul Fattah Hasyim merupakan sosok ulama yang dikenal sangat konsisten berkhidmat kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, baik secara lahir maupun batin. Beliau sering memberikan pesan mendalam kepada para santrinya, terutama bagi mereka yang telah menyelesaikan masa studi di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum.
Berikut adalah lima pokok wejangan beliau:
1. Jadilah Pendidik yang Tulus (Bukan Kiai Direktur)
“Ojo dadi kiai direktur, ojo mung gelem tanda tangan tok, gelem tompo amplop tok, tapi santrimu iku urukono ngaji. Yen ngaji yoh ojo kitab seng gede-gede tok, tapi kitab seng cilik-cilik yo ulangno, ben kabeh santrimu, seng gede lan seng cilik podo-podo biso tompo ilmu seko awakmu.”
Maknanya: Jangan menjadi pemimpin atau kiai yang hanya bersifat administratif (hanya mau tanda tangan dan menerima amplop). Turunlah langsung untuk mengajar. Jangan hanya mengajarkan kitab-kitab besar; kitab-kitab dasar pun harus diajarkan agar semua santri, baik yang senior maupun junior, bisa menyerap ilmu darimu secara langsung.
2. Pendidikan Tanpa Henti
“Yen wes tamat songko kene tur iseh mampu nerusno belajar, yoh terusno olehmu belajar sak dukur-dukure. Mboh iku sekolah maneh mboh iku mondok maneh. Terserah awakmu, seng penting ojo leren-leren olehmu belajar.”
Maknanya: Jika sudah lulus dan masih memiliki kemampuan, lanjutkanlah pendidikan setinggi mungkin. Baik itu melalui jalur sekolah formal maupun pesantren kembali. Hal yang terpenting adalah jangan pernah berhenti belajar (long-life learner).
3. Kewajiban Mengamalkan Ilmu (Mengajar)
“Mulangono. Tegese ojo sampek gak mulang blas senajano mung titik tetep mulango.”
Maknanya: Mengajarlah. Jangan sampai kamu tidak mengajar sama sekali. Meskipun ilmu yang kau sampaikan hanya sedikit, tetaplah ajarkan kepada orang lain.
4. Menyegerakan Kebaikan (Menikah)
“Ndang rabio. Ora usah ngenteni mengko-mengko yen pancen wes kebelet… yo ndang rabio. Insyaallah barokah uripmu.”
Maknanya: Segeralah menikah. Jangan menunda-nunda jika memang sudah merasa siap dan mendesak secara kebutuhan lahir batin. Insyaallah, hal tersebut akan mendatangkan keberkahan dalam hidupmu.
5. Berkhidmat pada Nahdlatul Ulama
“Berjuango lewat Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ (NU). Ono endi wae panggonanmu lan kapan wae ojo sampek gak berjuang lewat NU. Insyaallah uripmu barokah.”
Maknanya: Berjuanglah melalui wadah NU. Di mana pun kamu berada dan kapan pun itu, jangan sampai lepas dari perjuangan di NU. Insyaallah, hidupmu akan penuh dengan keberkahan.
Demikianlah mutiara hikmah dari KH. Abdul Fattah Hasyim. Semoga kita semua, khususnya para santri, dapat meneladani ketulusan dan semangat perjuangan beliau.