Home Berita Batsul Masail Kisah Inspiratif Sejarah Ruang Santri Tanya Jawab Tokoh Aswaja Dunia Islam Khutbah Amalan & Doa Ubudiyah Sambutan Pengasuh Makna Lambang Sejarah Pesantren Visi & Misi Pengasuh Struktur Jadwal Kegiatan Mars Bahrul Ulum Denah Opini Pendaftaran Santri Baru Cek Status Brosur Biaya Pendafataran Pengumuman Statistik Santri Login Foto Video Kontak
Aswaja

Apa Itu Madzhab?

Foto Ilustrasi Madzhab
Foto Ilustrasi Madzhab

Sebagai orang muslim, terutama di indonesia, kita sering mendengar tentang istilah madzhab. Ada banyak madzhab yang ada di dunia, akan tetapi yang dianggap mu’tabar oleh mayoritas ulama’ dalam masalah fiqih ada 4. Yakni madzhab Hanafi, madzhab Maliki, madzhab Syafi’I dan madzhab Hambali. Sebelum itu, memangnya apa sih madzhab itu?

 

Terkait masalah madzhab ini, merupakan kata serapan dari bahasa arab مَذْهَبٌ yang dari kata asal ذَهَبَ-يَذْهَبُ yang menurut bahasa berarti pendapat, kelompok atau aliran yang bermula dari suatu pemikiran. Madzhab juga bisa diartikan suatu metode yang dilalui.  Sedangkan menurut istilah, madzhab sendiri merupakan hasil pemikiran dari seorang imam mujtahid dalam menentukan suatu hukum fiqih. Bisa dikatan, madzhab adalah suatu metode dan hasil pemikiran dari seorang imam yang telah sampai pada tingkat mujtahid yang mana hasil metode dan pemikiran tersebut diikuti oleh baanyak orang atau kelompok.

 

Di Indonesia sendiri, ada banyak madzhab yang dikenal. Akan tetapi madzhab-madzhab yang paling dikenal adalah empat madzhab fiqih, yakni madzhab Hanafi, madzhab Maliki, madzhab Syafi’I dan madzhab Hambali. Meski begitu, dalam masalah tauhid ada dua madzhab terkenal yakni madzah imam Abu Hasan al-Asy’ari dan madzhab imam Abu Manshur al-Maturidi.

 

Dalam masalah tasawwuf dan akhlaq juga dikenal dua imam besar yang pemikirannya sering diikuti. Yakni imam Abu hamid al-Ghazali dan imam Junaid al-Baghdadi. Di sisi lain, dalam masalah tasawwuf ini, ada juga banyak imam thoriqoh yang diikuti selain dua imam tasawwuf sebelumnya.

 

Adanya banyak madzhab yang muncul ini disebabkan karena adanya perbedaan dalam memahami teks al-Qur’an dan Hadits. Perbedaan cara dan pemaham inilah yang menjadi penyebab perbedaan pendapat dan perbedaan-perbedaan pendapat inilah yang akhirnya menjadikan perbedaan madzhab.

 

Oleh: Abdullah Machbub al-Kahfi